Mengajar sekolah minggu Rehobot MAG generation class
Saya bergabung melayani di Gereja Rehobot MAG sebagai guru sekolah minggu dari tahun 2016 sampai sekarang. awalnya saya mengajar dikelas love yaitu kelas 3-4 SD. Tidak lama setelah itu saya dipindahkan mengajar di kelas ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) yang sekarang disebut generation class. Sebelum masuk di kelas ini saya sudah membayangkan hal-hal yang sulit. Karena walaupun saya kuliah di jurusan Guru Agama Kristen saya sama sekali tidak belajar tentang mengajar anak-anak yang berkebutuhan khusus. Awal masuk ke kelas ini saya tidak langsung mengajar, hanya sebagai pendamping dan saya banyak belajar dari partner saya yang memang ahli di bidang psikologi anak berkebutuhan khusus. Tidak lama setelah itu saya dipercayakan oleh partner saya untuk mengajar anak-anak ini. Awalnya memang sulit dimana saya harus mempelajari karakteristik mereka satu persatu, bahkan larangan-larangan makanan mereka. Saya sama sekali tidak mengerti, saya banyak belajar dari internet, buku dan orang-orang yang berpengalaman cara menghadapi anak-anak berkebutuhan khusus ini. Anak-anak berkebutuhan khusus ini memiliki kebutuhan yang berbeda-beda saya dan partner harus bekerjasama dan menciptakan suasana kelas senyaman mungkin untuk mereka dan mengetahui semua hal yang mereka sukai dan hal apa yang mereka tidak sukai, cukup menguras tenaga. Sampai saat ini memang tidak mudah untuk mengajar mereka, tetapi saya sudah memiliki hati mereka maksud saya, mereka mulai nyaman dan bisa menerima saya berada ditengah-tengah mereka. Banyak pengalaman yang saya dapatkan mengajar di kelas ini, awalnya saya menangis disuruh mengajar dikelas ini tapi lama-kelamaan saya udah nyaman bangat sama mereka, saya sangat mengasihi mereka, kerinduan saya cuman satu mereka bisa menolong diri mereka sendiri dan mereka tahu Tuhan itu ada. Saya percaya mereka terlahir bukan karena kesalahan dari orang tuanya atau apapun itu, saya percaya Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya lewat anak-anak ini. Mereka mungkin tidak bisa seperti anak normal, tapi mereka memiliki hati yang sangat tulus yang begitu mengasihi saya sebagai gurunya. Saya bisa merasakan itu ketika saya bersama-sama mereka. Mereka juga memiliki perasaan yang suatu saat bisa sedih, bahagia dan kebinggungan. Tugas kita atau siapapun yang berada disekeliling mereka, sayangi mereka, lindungi mereka dan ajar mereka. Tulisan saya ini hanya mewakili sedikit apa yang saya rasakan dan alami selama bersama mereka. Tentunya tidak akan muat untuk mewakili kebersamaan kami selama ini. Saya cuman mau bilang jika kamu mempunyai keluarga, anak, adik atau siapapun itu terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus jangan bersedih, jangan menyesali semuanya. Terima mereka, sayangi mereka dan ajar mereka untuk bisa hidup menolong diri mereka sendiri karena bukan kebetulan Tuhan menitipkan seseorang yang berharga hadir dihidup anda. Mereka juga punya hati dan perasaan yang suatu saat bisa sedih dan bahagia. Karena itu sayangi mereka, mereka tidak bisa memilih akan terlahir sebagai anak yang berkebutuhan khusus. Tugas kita terima mereka, sayangi mereka dan ajar mereka. Saya berharap apa yang saya share ini bermanfaat.

Komentar
Posting Komentar